Connect with us

Berakhir Pekan – 1001 Tempat Wisata Populer dan Viral Saat Ini

9 Event Wisata Bulukumba Tahun 2021

Event

9 Event Wisata Bulukumba Tahun 2021

104 Total Pengunjung.

Bulukumba, Berakhirpekan.com – Rencananya Kemenpar Ekraf kembali akan melakukan supervisi kepada kabupaten kota yang memiliki event wisata untuk dimasukkan di 100 Wonderful Event Indonesia. Persaingan untuk masuk di 100 Wonderful Event sangat ketat karena bersaing dengan ribuan event di seluruh Indonesia. Kelebihan masuk di 100 Wonderful Event, Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan anggaran dalam membiayai event pariwisata, termasuk promosi wisata secara nasional. Berikut Ini Event Wisata Bulukumba yang direncanakan dihelat tahun 2021 ini.

9 Event Wisata Bulukumba Tahun 2021

Festival Pinisi

Istilah pinisi, pinisiq, pinisi’ atau phinisi mengacu pada jenis sistem layar (rig), tiang-tiang, layar dan konfigurasi tali dari suatu jenis kapal layar Indonesia. Ia terutama dibangun oleh orang Konjo, sebuah kelompok sub-etnis Makassar yang sebagian besar penduduk di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tetapi masih digunakan secara luas oleh orang Bugis dan Makassar, sebagian besar untuk transportasi antar-pulau, kargo dan tujuan memancing di kepulauan Indonesia. UNESCO menetapkan seni pembuatan kapal Pinisi sebagai Karya Agung Warisan Manusia yang Lisan dan Takbenda pada Sesi ke-12 Komite Warisan Budaya Unik pada tanggal 7 Desember 2017. Kapal bersistem layar pinisi adalah kapal layar tradisional suku Makassar terbesar, dan juga merupakan kapal layar tradisional Indonesia yang terbesar terbesar sejak menghilangnya jong raksasa.

Gowes Hutan Karet

Kebun karet ini sudah ada sejak tahun 1918 dan telah dijadikan lokasi agrowisata di Bulukumba. Tak jarang tempat ini dijadikan latar berswafoto ria oleh wisatawan. Jejeran pohonnya terbentang di sekitar Desa Bontomanai, Bontomangiring, dan Tammatto. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan langsung proses panennya.

Baca Juga:   Wisata Pantai Galesong Takalar
Jelajah Hutan Karet (off-road)

Kebun karet ini sudah ada sejak tahun 1918 dan telah dijadikan lokasi agrowisata di Bulukumba. Tak jarang tempat ini dijadikan latar berswafoto ria oleh wisatawan. Jejeran pohonnya terbentang di sekitar Desa Bontomanai, Bontomangiring, dan Tammatto. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan langsung proses panennya.

Bira Sunset Run

Pantai Tanjung Bira Bulukumba terletak di Jl. Tanjung Bira, Bonto Bahari. Bulukumba, Sulawesi selatan yang bisa ditempuh dengan 6 jam perjalanan dari Makassar. Sudah bisa diperkirakan jaraknya dari kota Makassar, yaitu sekitar 200 kilometer. Dari Kabupaten Bulukumba, pantai ini hanya berjarak 40 km atau sekitar 1 – 2 jam perjalanan.

Tourism Trail Adventure

Pantai Tanjung Bira Bulukumba terletak di Jl. Tanjung Bira, Bonto Bahari. Bulukumba, Sulawesi selatan yang bisa ditempuh dengan 6 jam perjalanan dari Makassar. Sudah bisa diperkirakan jaraknya dari kota Makassar, yaitu sekitar 200 kilometer. Dari Kabupaten Bulukumba, pantai ini hanya berjarak 40 km atau sekitar 1 – 2 jam perjalanan.

Bira Folding Bike

Pantai Tanjung Bira Bulukumba terletak di Jl. Tanjung Bira, Bonto Bahari. Bulukumba, Sulawesi selatan yang bisa ditempuh dengan 6 jam perjalanan dari Makassar. Sudah bisa diperkirakan jaraknya dari kota Makassar, yaitu sekitar 200 kilometer. Dari Kabupaten Bulukumba, pantai ini hanya berjarak 40 km atau sekitar 1 – 2 jam perjalanan.

Senandung Kopi Kahayya

Kopi Kahayya, sesuai namanya, adalah kopi yang ditanam oleh para petani kopi di Desa Kahayya. Desa ini terletak di lereng Gunung Bawakaraeng, salah satu pegunungan yang mengitari Provinsi Sulawesi Selatan. Desa Kahayya, tepatnya dusun Tabbuakkang adalah dusun yang menjadi pintu masuk Gunung Bawakaraeng ketika memilih jalur pendakian melalui Kabupaten Bulukumba, Kabupaten di ujung selatan, Sulawesi Selatan. Desa di lereng gunung ini terletak sekitar 1.600 mpdl dengan tiga dusun, yaitu Dusun Gamaccayya, Dusun Kahayya, dan Dusun Tabbuakkang. Jika dari Makassar, butuh waktu sekitar empat jam menuju Kabupaten Bulukumba, kemudian sekitar sejam lebih untuk bisa sampai ke desa ini. Kondisi jalan belum 100 persen mulus. Beberapa tahun lalu banyak masyarakat yang ingin menuju Desa Tabbuakkang terpaksa harus menaruh kendaraannya berkilo-kilo meter dan memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Setahun terakhir ini sudah jauh lebih baik.

Baca Juga:   Profil Desa Tana Toa, Yang Didalamnya Ada Kawasan Adat Ammatoa Kajang
Festival Budaya Kajang

Suku Kajang Ammatoa terletak di kabupaten Bulukumba, Kecamatan Kajang, Sulawesi Selatan. Desa ini dinamakan Tana Toa yang merupakan tanah yang tertua di dunia dikarenakan kepercayaan masyarakat adatnya. Secara geografis, luas wilayah Desa Kajang Ammatoa sekitar 331,17 ha dan memiliki kondisi hutan yang sangat lebat. Hampir seluruh dusun yang berada di dalamnya di kelilingi hutan dan tidak ada jalan beraspal di dalam kawasan ini. Kawasan adat masyarakat Kajang berada dalam wilayah administrasi Desa Tana Toa, berjarak 56 km dari kota Bulukumba. Di antara suku yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan, Suku Ammatoa Kajang merupakan salah satu kelompok masyarakat yang kokoh memegang tradisinya. Bagi para wisatawan yang hendak mengunjungi Suku Kajang Ammatoa Sulsel diwajibkan berpakaian serba hitam dari atasan sampai bawahan, karena hal itu sudah menjadi identitas masayarakat Suku Ammatoa Kajang.

Karnaval Budaya Kajang

Suku Kajang Ammatoa terletak di kabupaten Bulukumba, Kecamatan Kajang, Sulawesi Selatan. Desa ini dinamakan Tana Toa yang merupakan tanah yang tertua di dunia dikarenakan kepercayaan masyarakat adatnya. Secara geografis, luas wilayah Desa Kajang Ammatoa sekitar 331,17 ha dan memiliki kondisi hutan yang sangat lebat. Hampir seluruh dusun yang berada di dalamnya di kelilingi hutan dan tidak ada jalan beraspal di dalam kawasan ini. Kawasan adat masyarakat Kajang berada dalam wilayah administrasi Desa Tana Toa, berjarak 56 km dari kota Bulukumba. Di antara suku yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan, Suku Ammatoa Kajang merupakan salah satu kelompok masyarakat yang kokoh memegang tradisinya. Bagi para wisatawan yang hendak mengunjungi Suku Kajang Ammatoa Sulsel diwajibkan berpakaian serba hitam dari atasan sampai bawahan, karena hal itu sudah menjadi identitas masayarakat Suku Ammatoa Kajang.[bp]

Baca Juga:   Wisata Dlingo Bantul, Wisata Seribu Batu Songgo Langit Jogja

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Event

Blogarama - Blog Directory
To Top