Connect with us

Karaeng Tumapa’risik Kallonna, Pelopor Kejayaan Kerajaan Gowa

Sulsel

Karaeng Tumapa’risik Kallonna, Pelopor Kejayaan Kerajaan Gowa

84 Total Pengunjung.

Karaeng Tumapa’risik Kallonna, Pelopor Kejayaan Kerajaan Gowa – Ketika Kerajaan Gowa mengalami kemajuaan di bidang ekonomi dan politik pada masa pemerintahan Raja Gowa IX Daeng Matanre Karaeng Manguntungi bergelar “Tumaparisik Kallona”, maka dipindahkanlah ibukota dan istana kerajaan dari Tamalate ke Somba Opu. Disanalah beliau membangun sebuah dermaga yang menjadikan Gowa sebagai Kerajaan Maritim yang terkenal di wilayah nusantara bahkan sampai ke luar negeri. Bandar niaga somba opu dijadikan bandar transito sehingga ramai dikunjungi pedagan dari luar negeri. Pada masa karaeng Tumapakrisik kallonna itu pula, Gowa telah berhasil memperluas daerah kekuasaan dengan menaklukkan berapa daerah di sekitarnya, seperti Garassi, Sindereng, Katingan, Madalle, Parigi, Siang (Pangkajene), Sedereng, lempagangan, Bulukumba, Selayar, Panaikang, Campaga, Marusu, Polongbangkeng  (Takalar), dan lain-lain. Selanjutnya Sanrobone, Jipang, Galesong, Agang Nionjok, Tanete (barru), Kahu, dan pakombong dijadikannya sebagai palilik atau kerajaan taklukan Gowa tetapi masih diberi kesempatan. Mereka diwajibkan membayar sabbukati *Bea perang) dan mengakui supremasi Kerajaan Gowa.

Kerajaan Maros yang diperintah Karaeng Loe ri Pakerek, Kerajaan polong bangkeng yang diperintah Karaeng Loe ri Bajeng, dan kerajaan Bone yang diperintah oleh La Ulio Bottoe Matinroe ri Itterung, serta kerajaan luwu di bawa Tosengereng raja dewa telah diadakan perjanjian persahabatan dengan kerajaan Gowa. Pada masa kerajaan karaeng Tumaparisik kallonna ini pula, Gowa mulai dikenal sebagai bandar niaga yang ramai dikunjungi dan disinggahi oleh kapal-kapal untuk melakukan bongkar muat rempah-rempah. Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511, banyak pedagang dari negara asing yang berdatangan ke makassar, termasuk orang melayu pada tahun 1512, juga orang portugis yang datang ke Makassar (Gowa-Tallo) menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan pada tahun 1538. Orang portugis inilah yang banyak mendapati kapal-kapal Makassar berkeliaran di sekeliling perairan Nusantara, bahkan sampai ke India, Siam (Muangthai) dan Filipina Selatan. Untuk memperkuat pertahanan dan kedudukan istana di somba opu, Karaeng Tumaparisik kallonna memerintahkan untuk membangun sebuah benteng dari gundukan tanah yang mengelilingi istana pada tahun 1525. Benteng tersebut sekarang lebih dikenal dengan nama benteng somba opu. Putra karaeng tumaparisik kallonna sebagai raja Gowa ke X Karaeng Tunipallangga Ulaweng selanjutnya merenovasi benteng tersebut dengan tembok bata serta membangung benteng pertahanan lainnya, antara lain benteng tallo, ujung tanah, ujung pandang, mariso,  panakukang, garassi, galesong, barombong, Anak Gowa dan Kalegowa. Setelah karaeng tumaparisik kallonna wafat, beliau diganti oleh puteranya I Manriogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565) sebagai raja gowa X, melanjutkan cita-cita ayahnya.Beliau telah berhasil menaklukkan Bajeng, Langkese, Lamuru, Cenrana, Salomekko, Bulobulo, Lamatti, Bulukumba, Kajang, Kanyikkokang, Gantarang, Bira, Selayar, Otteng, Wajo, Sawitto, Soppeng, aSlitta dan beberapa negeri Mandar, Luwu bahkan sampai di Kalili dan Tolitoli (Sulawesi Tengah), Akhirnya pengaruh kerajaan gowa meluas ke wilayah sulawesi.

Baca Juga:   Air Terjun Parangloe Bantimurung 2 Wisata Air Terjun Terindah di Sulsel Suasana Tahun 2021

Pada masa pemerintahan Raja Gowa XII I Manggorai Daeng Mametta Karaeng Bonto Langkasa, perluasan pengaruh gowa terus digiatkan dengan menjalani persekutuan bersama kerajaan lainnya diluar sulawesi seperti Mataram, Banjarmasin, dan negeri-negeri di Kepulauan Maluku, Ternate, Negeri Timor, Johor, Pahang, Patani, kerajaan-kerajaan di Sumatera dan lain-lain. Dengan demikian pengaruh Gowa bukan hanya mencakup kawasan Timur Nusantara tetapi juga ke Asia Tenggara.[bp]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Sulsel

To Top